Healing di Sungai Kraksaan Probolinggo: Spot Memancing dan Wisata Alam Gratis di Tengah Kota
| Gambar: Spot Memancing dan Wisata Alam Gratis di Tengah Kota |
Bosan healing ke pantai atau cafe? Di Kraksaan Probolinggo ada wisata alam gratis yang masih jarang diketahui wisatawan luar, yaitu Sungai Kraksaan.
Kecamatan Kraksaan dilewati tiga aliran sungai utama yang bermuara ke pesisir utara. Ketiga sungai ini adalah Sungai Kertosono yang membelah tengah kota, Sungai Rondoningo di barat, dan Sungai Besuk di timur. Ketiganya punya pesona yang berbeda dan menjadi tempat healing favorit warga lokal.
Spot Memancing Keluarga yang Tenang
Sungai Kertosono menjadi spot memancing paling populer. Pada pagi hari, air sungai terlihat sangat jernih hingga dasar batu terlihat. Warga biasanya duduk di atas jembatan bambu tradisional sambil melempar pancing bambu sederhana. Ikan yang didapat biasanya ikan wader, mujair, dan lele kecil hasil tebar benih dari komunitas pecinta sungai.
Berbeda dengan tempat memancing berbayar, memancing di Sungai Kraksaan benar-benar gratis dan suasananya jauh lebih natural. Kamu bisa membawa keluarga, bekal kopi, dan duduk santai di pinggir sungai sambil menikmati udara sejuk dari rumpun bambu.
Jembatan Bambu Ikonik dan Sawah Hijau
Daya tarik lain dari Sungai Kraksaan adalah jembatan bambu yang dibangun secara gotong royong. Jembatan ini menghubungkan perkampungan dengan area persawahan hijau yang membentang luas. Di kejauhan, jika cuaca cerah, terlihat siluet Gunung Argopuro yang menambah keindahan panorama.
Pagi hari dengan kabut tipis adalah waktu terbaik untuk fotografi. Banyak konten kreator lokal yang menjadikan Sungai Kraksaan sebagai background foto aesthetic bertema desa wisata Jawa Timur.
Wisata Edukasi Ekosistem Sungai
Sungai Kraksaan juga berfungsi sebagai ruang edukasi. Di Desa Kalibuntu, pemerintah dan komunitas pernah melakukan penebaran ribuan benih ikan air tawar untuk menjaga kelestarian ekosistem sungai. Selain itu, area hilir sungai yang dekat dengan tambak dan mangrove di utara Kraksaan bisa menjadi tempat belajar tentang pentingnya menjaga hutan mangrove sebagai penahan abrasi.
Seperti yang terjadi pada Februari 2025 lalu, abrasi sempat merusak tebing sungai dan mengakibatkan dua kelas SDN Kalibuntu ambruk. Kini pemerintah telah membangun bronjong di delapan titik untuk mengamankan tiga sungai di Probolinggo, termasuk di Kraksaan.
Tips Berkunjung:
Datanglah pagi jam 06.00 - 08.00 atau sore jam 15.30 - 17.00 agar tidak terlalu panas. Bawa pancing sendiri, jaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke sungai, dan hormati warga sekitar yang sedang beraktivitas.
Healing di Sungai Kraksaan membuktikan bahwa Kraksaan tidak hanya soal wisata pantai dan kuliner Alun-Alun, tapi juga punya wisata alam yang menenangkan.
Baca juga: 5 Cafe Instagramable di Kraksaan dan 7 Wisata Kraksaan Paling Hits Dekat Bromo di Faraa.id.