Mengenal Tiga Sungai di Kraksaan Probolinggo: Sungai Kertosono, Rondoningo, dan Besuk
| Gambar : Mengenal Tiga Sungai di Kraksaan Probolinggo |
Kecamatan Kraksaan sebagai ibukota Kabupaten Probolinggo dikenal sebagai kota pesisir utara Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Selat Madura. Tidak banyak yang tahu, Kraksaan dilewati tiga aliran sungai penting yang menjadi urat nadi kehidupan warga. Tiga sungai tersebut adalah Sungai Kertosono, Sungai Rondoningo, dan Kali Besuk.
Ketiga sungai ini memiliki hulu dari Pegunungan Iyang, Gunung Lemongan dan Gunung Argopuro, lalu mengalir ke utara dan bermuara di Pesisir Utara atau Selat Madura.
1. Sungai Kertosono - Sungai di Tengah Kota
Sungai Kertosono adalah sungai yang melintasi Kelurahan Patokan, Desa Rangkang, dan Kelurahan Kraksaan Wetan. Panjangnya sekitar 15-20 km dan alirannya melewati pemukiman warga yang padat. Karakter sungainya cenderung tenang dan jernih di musim kemarau. Saat hujan deras, sungai ini rawan banjir seperti yang pernah terjadi pada 2022 di mana puluhan rumah terdampak luapan Sungai Kertosono. Di tepi sungai banyak jembatan bambu tradisional yang jadi ikon wisata desa.
2. Sungai Rondoningo - Sungai Terpanjang di Probolinggo
Sungai Rondoningo adalah sungai terpanjang di Kabupaten Probolinggo dengan panjang sekitar 95,20 km. Hulunya dari Pegunungan Iyang dan mengalir melalui Desa Asembagus, Desa Rondokuning, dan Desa Alassumur Lor hingga bermuara di Desa Asembagus, pesisir Selat Madura. Sungai ini dikelilingi Hutan Mangrove Asembagus dan menjadi habitat kepiting, ikan, dan ekosistem bakau. Di muaranya terdapat Kampung Pantai dan Desa Nelayan yang hidup dari hasil laut.
3. Kali Besuk - Aliran di Timur Kraksaan
Kali Besuk berada di timur Kraksaan dan melintasi Desa Alassumur Lor dan Desa Jujuk. Muara Kali Besuk juga bermuara ke Pesisir Utara dekat Tanjung Keraksan. Karakter alirannya pendek dan berbatu dengan area mangrove dan tambak di sekitar muaranya. Sungai ini juga berfungsi sebagai irigasi sawah dan penahan abrasi pantai.
Fungsi dan Potensi Wisata
Ketiga sungai di Kraksaan memiliki fungsi yang sama: sebagai sumber irigasi pertanian, perikanan air tawar, ekosistem mangrove, dan transportasi lokal nelayan kecil. Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga telah memasang bronjong di delapan titik rawan abrasi di sekitar tiga sungai ini, terutama setelah kejadian abrasi di Desa Kalibuntu yang menyebabkan ambruknya SDN Kalibuntu pada Februari 2025.
Bagi wisatawan, ketiga sungai ini bisa menjadi alternatif wisata alam gratis di Kraksaan selain Pantai Bentar dan Alun-Alun. Kamu bisa memancing, foto-foto di jembatan bambu, atau belajar ekosistem mangrove di muara sungai.
Dengan mengenal tiga sungai di Kraksaan ini, kita jadi lebih paham betapa pentingnya menjaga kebersihan sungai dan hutan mangrove sebagai penahan abrasi dan penyerap karbon alami.
Baca juga: Healing di Sungai Kraksaan dan Wisata Kraksaan Paling Hits Dekat Bromo di Faraa.id.